Monday, 2 July 2012

Taman Safari


Hari yang sangaaaaat menyenangkan. Aku mau cerita aku mau cerita >< jadi hari rabu itu aku bangun pagi untuk ukuran liburan, 05.50. Can’t help the excitement of that day. Dijemput kentung jam 10.24, perjalanan dilakukan dengan nggak biasa. Ya, kita emang pasangan luar biasa. Bertengkar cuma sekali, dan nggak ada sehari pun tanpa ngguyu2 nggak jelas ++ melakukan hal-hal aneh (baca: memalukan). Baru masuk mobil uda dilempari legalisir ijazahku sama ijazahnya yg dia ambil di smp. Pasangan biasa pasti bakal guyon dikit, trus nyimpen tuh ijazah. Kita? Langsung heboh manggil2 orang di jalan buat pamer nilai unas, padahal naek mobil, jadi deh pada teriak2 gak jelas sambil gedor-gedor kaca. See? Kita ancen sangar tung *tos dulu*.
Itu cerita pas masih di Surabaya. Beda lagi di jalan tol sampe ke Taman Safari. Mbo tung, kebanyakan hal-hal gak normal sampe aku gak inget. Akhirnya sampe pintu masuk pertama Taman Safari. Dengan begonya kon tung nanya, “hii dol, tebaken iki gigik e sopo di cuklek?” sambil nunjuk gading gajah di pintu masuk awal itu. Dengan bego juga kita ngitungin gading gajah yg ditemuin sepanjang perjalanan ke loket Taman Safari, ada 8. Dengan gila juga aku bengok2 di mobil tiap ketemu patung/poster gajah, kuda nil, dan hewan badan besar lainnya, “kentung ayo masuk mobil naak, ayo pulang, ngapain kamu berdiri disini naak ayo pulang dicari om bambang…”. Berasa ibu ketemu anaknya yg ilang.
Sekarang pas udah masuk hutan TamSaf.
1.       Hewan pertama yg kita liat, Bison. “Bo liaten ta ngapain motormu mbok parkir sini?” fyi, Bison itu nama tipe motornya kentung. Langsung sebuah koyek-an mendarat di ubun-ubun, “ndasmu. Lah mosok aku budal sekolah numpak bison kewan dol”. Lalu, “he dol deloken ta, mosok kene di kek i bokong mbek bison e ket mau” “yo kon elek soale bo”. Pembicaraan gak mutu, tapi selalu make sense for us <3.
2.       Trus ke area gajah, seperti biasa aku kampuang bengok2 ngajak si gajah pulang (di imajinasiku si gajah itu kentung). Trus ketemu area buaya, awalnya kita nggak ngerti itu tempat apa soalnya nggak ada tanda2 kehidupan, eh ternyata si buaya bobok. Langsung deh kampungannya keluar, “healah dol buaya e iku turu” “aku nang kene bayar larang 130rb mek ndelok kon turu? Genah ae, bukaen pintu e bo tak cengkiwing e boyonya”. Trus ngakak-ngakak foto-foto nggak jelas, dan perjalanan dilanjutkan, dengan gila.
3.       Di tengah jalan kita dicegat sama gerombolan rusa. Ada satu rusa paling gede, ditengah jalan, ngeliatin mobil kita dgn rai garang. “Lapo kon mrene? Iki dalanku, kon wani mrene tak entekno” aku lupa aku apa kon boy g ngedubbing si rusa. Oh ya, kesalahan y obo ke TamSaf nyuci mobil, wong mobilmu di jilatin segala macam hewan yek =)))
4.       Banyaaak banget hal aneh yg kita liat ya bo waktu di hutannya TamSaf. Mulai dari meja belajar macan, singa njemur klambi, burung onta….eek….atau pipis? Gak ada bedanya.
5.       Akhirnya kita turun ke tempat mainan sama baby zoo. Sekalian ngelurusin boyokmu, yek, ganteng-ganteng balungan tuwek. Disambut beberapa patung gajah guuuede sama patung dinosaurus. Aku sampe gakbisa bedain mana yg gajah mana yg kon bo hahahaha. Trus lagi ada pertunjukan lumba-lumba tapi ternyata….udah selesai. Dan kon menyesal. Iyo, kon menyesal soale gak mempertemukan aku mbek lumba-lumba cek aku isok di terapi cek autisku sembuh to? Pacar macam apa :---)
6.       Trus kita jalan, mendaki menuju puncak (?) nyari tempat baby zoo, dan begonya….kita malah nyasar. Nyasar ke tempat yg seeepi nggak ada kehidupan, malu maluin aja uda segede ini nyasar. Sampe akhirnya ketemu tempat baby zoonya kita nggak langsung foto. Duduk dibawah pohon, kecapekan hahaha bego. Akhirnya aku beli tiket, dan kita foto sama baby macan <3 Sebenernya kita mau foto sama baby cemut ya, kan? Tapi sayangnya gaada </3

Tiba di akhir acara. Keadaannya udah capek, tapi aku nggak mau bobok. I just don’t wanna miss a single moment with you, Bo. Aku nggak tau aja kapan bisa keluar sama kamu sebebas ini, lagi. Habis liburan selesai, kita udah kelas 12. Aku tau bakal banyaaak banget ‘waktu buat kita’ seperti ini yang bakal dikorbankan untuk belajar. I’ve told you about this before. “Kebo nggak bakal maksain kon buat pergi sama kebo terus dol. Kebo yo tau kon kudu jadi dokter, kebo yo kudu jadi polisi. Yo kebo ngaku kalo lama nggak keluar pasti kangen, banget. Tapi yaopo maneh, mosok kebo nggak seneng kalo pila berhasil jadi dokter? Kebo bakal lebih seneng dol”, that’s what you said. And that mocks my cry. I’m just worry about how some relationship changes caused by unusual behavior, by things we don’t used to do.















Taman Safari, June 27th 2012
With love.

Thursday, 21 June 2012

Dear John



Wherever you are, and no matter what’s going on in your life, when it’s the first night of the full moon, I want you to find it in the night time sky. I want you to think about me and the week we shared, because wherever I am, no matter what’s going on in my life, that’s exactly what i’ll be doing. If we can’t be together, at least we can share that, and maybe between the two of us, we can make this last forever.


 Our story has three parts: a beginning, a middle, and an end. And although this is the way all stories unfold, I still can’t believe that ours didn’t go on forever.” 


If my time comes to leave and there’s only one minute left, I’d spend it kissing you. Because I’d want you to feel my last breath, and yours would be the last breath I could take.
 



Dear John,
I’m writing this letter at a kitchen table, and I’m struggling because I don’t know how to say what I’m about to tell you. Part of me wishes you were here with me so I could do this in person, but we both know that’s impossible. So here I am, groping for words with tears on my cheeks and hoping that you’ll somehow forgive me for what I’m about to write.
I know this is a terrible time for you. I try not to think about the war, but I can’t escape the images, and I’m scared all the time. I watch the news and scour newspapers, knowing you’re in the midst of all of it, trying to find out where you are and what you’re going through. I pray every night that you’ll make it home safely, and I always will. You and I shared something wonderful, and I never want you to forget that. Nor do I want you to believe that you didn’t mean as much to me as I did to you. You’re rare and beautiful, John. I fell in love with you,but more than that, meeting you made me realize what true love really means. For the past two and a half years, I’ve been staring at every full moon and remembering everything we’ve been through together. I remember how talking to you that first night felt like coming home, and I remember the night we made love. I’ll always be glad that you and I shared ourselves like that. To me, it means that our souls will be linked forever.
There’s so much more, too. When I close my eyes, I see your face. When I walk, it’s almost as if I can feel your hand in mine. Those things are real to me, but where they once brought me comfort, now they leave me with ache. I understood your reason for staying in the army, and I respected your decision. I still do, but we both know our relationship changed after that. We changed, and in your heart, I think you realized it, too. Maybe the time apart was too much, maybe it was just our different worlds. I don’t know. Every time we fought I hated myself for it. Somehow, even though we still loved each other, we lost that magical bond that kept us together.

I know that sounds like an excuse, but please believe me when I say I didn’t mean to fall in love with someone else. If I really don’t understand how it happened, how can you? I don’t expect you to, but because of all we’ve been through, I just can’t continue lying to you. Lying would diminish everything we’ve shared, and I don’t wan to do that, even though I know you feel betrayed.

I’ll understand if you never want to talk to me again, just as I’ll understand if you still me you hate me. Part of me hates me, too. Writing this letter forces me to acknowledge that, and when I look in the mirror, I know I’m looking at someone who isn’t sure she deserves to be loved at all. I mean that.

Even though you may not want to hear it, I want you to know that you’ll always be a part of me. In our time together, you claimed a special place in my heart, one I’ll carry with me forever and that no one can ever replace. You’re a hero and a gentleman, you’re kind and honest, but more than that, you’re the first man I ever truly loved. And no matter what the future brings, you will always be, and I know that my life is better for it.

I’m so sorry-
Savannah


















Wednesday, 20 June 2012

The Lost Valentine

"I can't remember the time when I wasn't in love with you"

Jadi ini ceritanya tentang 2 orang kasmaran yg lagi inlove inlovenya. Ceweknya ini cuuuantik poool, cowoknya ganteng pol, and he's a navy (gara-gara fillm ini aku jadi pengen punya bojo angkatan *oke, mikirnya kejauhan*). Nah pas lagi kasmaran kasmarannya, si pacar ini dapet panggilan untuk perang dunia kedua. Jadilah dia berangkat... dan si cewek ngasih surat ke cowoknya, yg di dalemnya ada semacam origami bentuk hati. Intinya, si cewek pengen kalo cowoknya balik, surat itu masih disimpen, sebagai tanda kalo selama perang si cowok ini masih inget sama dia. Akhirnya si cowok pergi, waktu ceweknya itu hamil. And the waiting goes for 60years. Sampai akhirnya, surat itu kembali. Ya, cuma suratnya aja, yg dititipi uda ga ada :'''D

"Now you have my heart. Keep it next to yours and bring it safely back to me. I will always love you.
 Carolline"
A story about Timeless Love.

And at this point, I was balling so hard I couldn't see.


And I was so uhh.....emotionally drained after watching this. The end kills me.

The Notebook

The only romance film that makes me hysterically cry a waterfall.


I want that kind of guy :'D

A really must-see romantic film :'D


My Dearest, Allie I couldn’t sleep last night because I know that it’s over between us. I’m not bitter anymore, because I know that what we had was real. And if in some distant place in the future we see each other in our new lives, I’ll smile at you with joy and remember how we spent the summer beneath the trees, learning from each other and growing in love. The best love is the kind that awakens the soul and makes us reach for more, that plants a fire in our hearts and brings peace to our minds, and that’s what you’ve given me. That’s what I hope to give to you forever. I love you. I’ll be seeing you
Noah (The Notebook)

Pila sama Ina Mangunkusumo :|

Ina meneguk iced tea di depannya, "Dan pada saat itu, gue tahu, gue harus move on. Gue harus pindah. Gue gak bisa diginiin terus. Sakiiit banget rasanya tau. Bayangin, Dik, berapa tahun dimainin terus kayak gitu."

Gue mengangguk.

"Mungkin itu ya," kata Ina. "Ketika lo ngerasa disia-siain sedemikian rupa, lo jadi ngerasa semacam punya defense machanism. Lo akhirnya nyadar."

"Yah," kata gue. "Lo tau sendiri, kalau lo udah pecah berkeping-keping, gimana caranya lo bisa ngerasain apa-apa lagi?"

"Bener banget. Kayak gitu rasanya."

- Marmut Merah Jambu, Pertemuan Terakhir dengan Ina Mangunkusumo, hal. 87


--------------------------------------------------------


Ya kali pernah ngerasain ada di posisi Ina Mangunkusumo. Ya kali pernah berpikiran sama kaya dia. Ya kali pernah berasa punya defense mechanism kayak yg Ina punya.

Ya kali sekarang, aku sama Ina, udah sama sama lupa rasanya ada di posisi, berpikiran, dan punya defense mechanism seperti dulu itu. Karena ada orang baru yang tidak (atau mungkin belum) membiarkan kita untuk berada di posisi itu lagi. Karena ada orang baru yang membuat kita lupa (atau belum ingat) dengan cara berpikir defensif seperti itu. Karena ada orang baru yang membuat kita merasa belum (atau suatu saat akan) merasa perlu memiliki defense mechanism.

Yah siapapun orang baru itu, yang menggantikan posisi Anto buat si Ina, yang menggantikan posisi *beep* buat Pila, kita sangat merasa berterimakasih untuk saat ini :-)



Ganteng kaaan? Pacarnya sapa dulu ><

Saturday, 16 June 2012

Kalo kata yusi sih, "Bilang aja tay ke anak itu, "Dia bisa berpaling kan dari kamunya sendiri. Kalo kamu masih jadi cewek baik2 gabakal kamu ditinggal. Kamu ditinggal kan karna dia mau ninggalin yg ga baik dan mempertahankan yg lebih baik.""

Kalo kata bida sih, "Loro ati ambek wong sng mangan sekolah ae lah ojok sng kamse kyk ngono. Smile. And be grateful you have someone she's dying to have :-)"

Kalo kata mami sih, "Kadang emang harus ada orang yg syirik sama kita buat kita bersyukur kita masih lebih baik :D"

Makasih ya hehehe, lagian nggak mungkin ngepost capturan kalian disini, kata kata kalian lebih menyakitkan dari ini kan sebenernya :))))
Aku suuuuuayang pol sama kalian :D

oh ya kurang satu. Kalo kata kentung sih....rahasia :p kurang lebih sama kayak lagu ini laaah~

Friday, 15 June 2012

Jadi ceritanya nih...pila lagi senang sampe terbang ke luar angkasaaa *uhuk, sedikit alay* soalnya nilai ukknya nggak ada yg remed yeeey *beer*. oke tak kasih tau dulu ya, di smada, buat dapet nilai gak ada yg remidi di ulangan2 terkoordinir itu S U S A H setengah mampus, mengingat soal2 ulangannya smada yg mengacu sama soal2 snmptn. "Nah! Mampus kau nak!" mungkin itu yg ada di pikiran guru2 smada :'D
Jadiiii aku mau pameeer!!! fyi, passing gradenya smada itu 76, yah ;)
Fisika: 92
Mat: 92
Kimia: 80,67 (ini patut disyukuri! inget gimana ngerjain kimia berasa uda mau nuker otak sama dea mauli)
Biologi: 78 (ini juga! sedih karna biasanya biologiku termasuk urutan atas, tp bersyukur juga mengingat ada kelas atau beberapa anak yg dapet soal taun lalu, dan hey! aku masih bisa lolos meskipun ratusan soal yg tak baca gak ada satupun yg keluar. seenggaknya, nilai 78ku lebih terhormat ;) )
Bing: 96
Bind: 78 (ini harus teriak keras keras hhahaha! pertama kalinya dalam sejarah pila gak remed bind! :')) )
Pkn: 84 (berasa bagus...kalo diinget ngerjainnya pake kudu nangis -_- )
Sejarah: 88 (perlu diguyu, ngerjain sejarah itu cuma perlu mengarang bebas kok :)) )
Agama: 99 (yah gimana ya, aku emang alim #plak )
Kewirausahaan: 100 (wakakak emang bkat dagang kali, eh gak ding, pengusaha batubara)
Jepang: 89

Belom semua sih, tnggal TIK sama penjas, but who cares? :p

Tuesday, 12 June 2012

Takut

Kepadamu, teman perjalanan melewati hari kelabu.

“Halo, pila?”
Pertama kali kamu mengucap kata ini dengan suaramu sendiri yg disalurkan melalui saluran telpon padaku, ingat? Ah, tak perlu bertanya, kamu kan tak pernah lupa hal seremeh apapun. Sebenarnya aku hanya ingin mengingat ingat awal mula kita mulai dekat, di tahun seragam abu abu ini dan didekatkan oleh potongan potongan chat singkat penuh makna. Tahun 2011, tanggal berapa ya? Entahlah, terlalu banyak hari yang kurasa bagai petasan tahun baru yang meledak di angkasa, saat kamu disini. Saat itu, dalam kata kata yang terluap jauh melebihi 140 karakter, kamu seolah membekukan waktu menjadi bongkahan gunung es besar, yang kemudian dilelehkan oleh hangat suaramu, setiap hari aku berbicara denganmu. Kita belum terlalu dekat di dunia nyata, tapi aku sudah suka, bahkan menyukaimu sejak dulu. Dulu aku menetapkan prinsip bahwa, anak band itu keren. Cuma anak band, there's no excuse for anak basket. Dan kamu adalah peruntuh tembok prinsip yang kudirikan dengan pondasi terkuat di dunia. Pikirkan, jika kamu terus menerus meluncurkan kata-kata indah setiap waktu, bagaimana bisa aku tetap mempertahankan benteng pertahananku untuk tak jatuh hati padamu? Kamu, sang penghapus memori lama, yang akan terus tersimpan dalam memoriku.
Ada rasa bangga tersirat padaku, mengetahui bahwa kamu tak hanya menganggapku angin yg membelai wajahmu sebentar lalu berlalu, tanpa hirau. Dengan jujur ku katakan bahwa, aku bukanlah orang yang senang memulai, aku lebih menikmati sanjungan dan kata kata indah yang ditujukan padaku, apalagi jika kamu yang melakukannya. Tapi saat itu terasa berbeda. Ada perasaan tenang, perasaan luar biasa berani untuk mencoba memulainya tanpa ragu. Dan kamu, membuat suasana yang sedemikian nyamannya agar aku dapat terus melanjutkan permainan itu, permainan candu yang bisa saja benar benar membawamu padaku. Kamu, dengan seribu daya pikat yang meracuniku.
Lalu kita berdekatan untuk pertama kalinya, di dalam rangkaian besi ber-roda empat. Disitulah kita saling berbicara lebih privat, hanya pita suara yang bergetar dan tatap mata yang beradu. Kamu membuat otot jantungku melemas, membuat tekanan pembuluh darah pipiku semakin deras. Kamu di dunia kata atau dunia nyata itu sama. Sama sama tak butuh banyak usaha untuk membuatku luluh, entahlah kamu sadar akan hal itu atau tidak.
Kemudian garis hidup kita seakan perlahan menemukan suatu titik temu. Semakin sering dipertemukan karena tergabung dalam suatu hal yg membuat kita sering latihan bersama. Lahir canda tawa, rayuan rayuan, yang kemudian semakin sering keluar dari mulutmu, yang dengan halus masuk ke telingaku. Dari sana, tertuai pula banyak mata dan telinga yang mengikuti cerita kita diam diam, dengan berbagai macam motif, hanya penasaran atau bahkan tak suka. Dari sana pula, banyak harap dan doa yang kulayangkan pada Tuhan, berharap agar kita tak hanya sebatas ini.
 Doa yang baik baik akan lebih didengar daripada doa dan harapan buruk. Mungkin, lebih banyak orang baik yg mendoakan kita tanpa kita tau, ya? Makanya, harapanku denganmu, seperti bintang yg menggantung rendah diatas kepalaku, dapat ku tangkap dan ku jaga.
Setelah kita berjalan selama ini, ada banyak hal yang aku simpan rapat-rapat. Entahlah kamu sanggup membacanya atau tidak, mengingat kamu adalah seorang anak indigo yang terus menerus menguntitku dengan kejujuran, hingga tak ada celah sedikitpun untukku berbohong. Ada masa masa saat kamu sedang jatuh terpuruk dan aku bahkan tak tau apa yg bisa kulakukan selain merasa sesak. Aku tak biasa melihatmu seperti itu. Aku mengenalimu sebagai sosok yang periang, yang tak pernah sedikitpun membuatku sedih, selama 7 bulan ini. Oh ya, sebenarnya yang membuatku sesak bukan itu..
Ada satu hal yang membuatku merasa tertikam tepat di dada, malam itu. Saat melihatmu tak berpendar seperti biasanya, dan kamu dengan terang terangan berkata bahwa akulah penyebabnya. Bahwa aku berbeda, dan kamu, menginginkan aku yg dulu untuk kembali. Sesak terasa membuncah. Nggak tau ya, hanya merasa gagal untuk membuatmu merasa bahwa aku pantas di perjuangkan karna aku tak pernah membuatmu bersedih seperti itu. Ya, aku sebenarnya hanya merasa takut jika masalah kecil seperti ini mampu membuatmu ragu padaku, atau bahkan suatu saat menjadi alasan untukmu pergi. Aku tak pernah mau membayangkanmu melangkah, dan menjauh. Ketakutan ketakutan itu entah bagaimana mengembun menjadi butiran butiran air hangat, yang tak tau kemana harus menuju selain ke kedua mataku, lalu mengalir perlahan, kemudian semakin deras. Bodohnya aku melakukan itu saat masih terhubung dengan layanan telpon denganmu. Untuk pertama kalinya, kamu mendengarku menangis ya, Sayang? Aku tak mau terlihat lemah, hmm bukan lemah, lebih tepatnya sebagian besar tangisku ini tersusun oleh rasa takut. Sudah ku jelaskan padamu bukan, bahwa aku takut, takut tak lagi kamu inginkan seperti gadis kecil yang menginginkan permen loli berharga, takut tak lagi kamu rindukan sebesar yang dirasakan gurun pasir terhadap hujan. Malam itu, dan hari ini seolah menit menit yang membuatku bersyukur. Bersyukur dengan adanya kamu, bersyukur dengan hal hal yang kamu lakukan untuk membuatku senang, bersyukur saat mendengarmu berkata "Ini lho yg kebo kangenin, denger pila ketawa se lepas ini, karena kebo, cuma buat kebo"


------------------------------


Seperti anak kecil yang menyimpan lolipop berharganya dalam lemari es, aku juga akan membekukan perasaanmu terhadapku, agar tak berubah.
Seperti gurun pasir yang akhirnya tersiram hujan, aku akan menghujanimu dengan kebaikan kebaikan yang semoga saja tak kau temukan pada orang lain.

Seperti bianglala, aku akan terus memperhatikan kehidupanmu yang berputar, saat kau denganku bahkan sampai saat kau tak punya siapa siapa lagi.

Jatuh cinta ke kamu itu repetisi, selalu terulang lagi lagi lagi lagi lagi….setiap pagi.


- reblogged from here